Orang sering mengira koicha adalah matcha yang lebih baik dan usucha yang lebih murah. Keduanya sebenarnya cara penyajian, bukan tingkatan mutu.

Usucha — teh encer

Takaran umum: 2 gram bubuk untuk 60–70 ml air. Dikocok cepat dengan chasen sampai permukaannya berbusa halus. Inilah yang paling sering diminum sehari-hari, dan yang dimaksud orang saat menyebut "matcha" begitu saja.

Koicha — teh kental

Takaran kira-kira dua kali lipat bubuk dengan setengah air: sekitar 4 gram untuk 30–40 ml. Hasilnya sekental madu encer dan tidak berbusa.

Yang berubah bukan hanya takaran, tapi gerakannya. Koicha tidak dikocok, melainkan diuleni pelan dengan chasen sampai licin dan tidak bergerindil. Mengocoknya seperti usucha justru membuat teksturnya pecah.

Kenapa koicha menuntut mutu yang lebih tinggi

Dalam usucha, air yang banyak melemahkan rasa apa pun, termasuk rasa sepat yang tidak diinginkan. Koicha tidak punya tempat sembunyi: seluruh rasa bubuk tersaji nyaris tanpa pengenceran.

Karena itu koicha biasanya memakai matcha dari pohon tua yang rasanya lebih manis dan sepatnya rendah. Matcha kelas kuliner yang dipaksa jadi koicha akan terasa pahit dan berkapur — bukan karena salah menyeduh, melainkan karena bahannya memang tidak untuk itu.

Bagaimana memilih

Kalau Anda baru mulai, mulailah dari usucha. Takarannya pemaaf, alatnya sederhana, dan Anda akan lebih dulu mengenali rasa dasar sebuah matcha sebelum menguji batasnya lewat koicha.