Matcha adalah daun yang digiling sangat halus, jadi hampir seluruh permukaannya bersentuhan dengan udara. Itu sebabnya ia jauh lebih cepat rusak daripada teh daun utuh.

Empat perusak

Udara. Oksigen memudarkan warna dan mendatarkan aroma. Kaleng yang tertutup rapat lebih penting daripada tempat penyimpanannya.

Cahaya. Sinar matahari langsung menguraikan klorofil. Simpan dalam wadah tidak tembus pandang, atau di dalam lemari.

Panas. Suhu tinggi mempercepat semuanya. Jauhkan dari kompor dan dari atas kulkas yang hangat.

Bau. Bubuk halus menyerap aroma di sekitarnya. Matcha yang disimpan bersebelahan dengan bawang atau kopi akan membawa bau itu ke dalam cangkir.

Soal lemari es

Dingin memang memperlambat kerusakan, tapi ada satu jebakan: jangan buka kalengnya selagi masih dingin. Uap air di udara ruangan akan mengembun di permukaan bubuk yang dingin, dan matcha yang terkena embun akan menggumpal serta cepat basi.

Kalau ingin menyimpannya di lemari es, keluarkan kalengnya lebih dulu dan diamkan sampai suhunya sama dengan suhu ruangan — kira-kira satu jam — baru dibuka.

Untuk kaleng yang sedang dipakai setiap hari, menyimpannya di ruangan sejuk dan gelap justru lebih praktis, karena bolak-balik keluar-masuk kulkas menimbulkan pengembunan berulang.

Berapa lama setelah dibuka

Yang belum dibuka mengikuti tanggal pada kemasan pabrik. Setelah dibuka, rasa terbaiknya bertahan beberapa minggu, bukan beberapa bulan.

Karena itu ukuran 20 dan 40 gram sering lebih masuk akal daripada 100 gram, kecuali Anda memang meminumnya tiap hari. Matcha yang habis dalam sebulan selalu lebih enak daripada matcha mahal yang bertahan setahun di lemari.